Inilah 6 Bidang Usaha dan Jasa yang Terkena Imbas Parah Covid-19

Inilah 6 Bidang Usaha dan Jasa yang Terkena Imbas Parah Covid-19 - Sektor Otomotif Terdampak COVID 19

Baru-baru ini, dunia digembarkan dengan timbulnya virus baru yang datang dari Wuhan, Cina. Virus tersebut bernama virus corona atau disebut juga covid-19.

Virus dengan tingkat penyebaran yang cepat dan sangat mematikan ini menimbulkan ketakutan luar biasa di tengah masyarakat. Hal ini dikarenakan virus corona mudah menular apalagi di keramaian.

Hal tersebut membuat pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap di rumah saja, sehingga berpengaruh pada hasil penjualan pebisnis akibat daya beli masyarakat menurun drastis.

Adapun bidang usaha yang terkena imbas covid-19 tersebut adalah 6 bidang usaha di bawah ini:

1. Event Organizer (EO)

Menggelar acara-acara yang menciptakan keramaian pada waktu-waktu zona merah covid-19 menjadi hal yang sangat dilarang pemerintah dengan ancaman penjara 1 tahun. Maka bidang usaha selanjutnya yang juga terkena imbas covid-19 adalah Event Organizer atau EO.

Banyak jasa EO di Jakarta yang menerima pengunduran tanggal hingga menerima pembatalan dari klien karena kegiatan pameran, wedding, acara seremoni perusahaan, hingga outbound perusahaan juga ikut ditunda/ dibatalkan.

Selain karena anjuran pemerintah, masyarakatpun tentunya takut menghadiri acara apapun dalam kondisi seperti ini dan tetap memilih di rumah saja.

2. Makanan dan Minuman

Sektor industri makanan dan minuman adalah salah satu dari bidang usaha yang terkena imbas covid-19 sehingga mengalami penurunan penjualan lebih dari 25%. Diketahui industri makanan dan minuman di 17 kota di Indonesia mengalami penurunan cukup tinggi hingga bisa dikatakan mengalami kerugian.

Hal ini dikarenakan covid-19 mewajibkan masyarakat mengikuti anjuran agar tetap di rumah saja sehingga jarang bepergian membeli makanan ataupun minuman.

3. Restoran dan Hotel

Restoran dan hotel menjadi bidang bisnis lainnya yang juga terkena imbas ganasnya covid-19. Restoran dan minuman memang sering ramai sehingga pada tempat-tempat seperti ini sulit dilakukan social distancing.

Maka wajar saja masyarakat justru takut bepergian ke restoran apalagi liburan hingga menginap di hotel, sehingga dua bidang usaha ini mengalami penurunan drastis. Bahkan, tidak sedikit restoran dan hotel yang ditutup sementara sampai waktu yang tidak dapat ditentukan.

4. Transportasi

Anjuran di rumah saja dan social distancing dari pemerintah juga berpengaruh pada mereka yang berkecimplung di bidang usaha transportasi. Jelas saja, masyarakat justru dilarang bepergian, sehingga penggunaan kendaraan baik jalur darat maupun udara mengalami penurunan.

5. Ritel

Selain industri makanan dan minuman, bisnis ritel juga mengalami penurunan penjualan hingga 32% akibat dari covid-19. Lokasi-lokasi ritel hampir di seluruh kota menjadi sangat sepi meskipun sudah diumumkan bahkan kebersihan lokasi toko akan sangat terjaga. Nyatanya, penjagaan ekstra dari pihak toko tetap tidak menaikkan daya jual masyarakat.

6. Penjualan Mobil

Efek covid-19 sangat terlihat ketika menyadari betapa sepinya jalan raya apalagi sejak semakin meningkatkan PDP covid-19 di Indonesia. Hal ini kemudian berimbas pada jumlah penjualan mobil yang juga mengalami penurunan karena masyarakat menghindari bepergian kecuali untuk hal yang sangat urgent. Bahkan Toyota memprediksi penjualannya di Indonesia anjlok hingga 25% meskipun tipe mobil Toyota Avanza baru 2020 sering menjadi mobil terlaris di Indonesia.

Selain ke 6 bisnis di atas, masih banyak lagi bidang usaha lainnya juga mengalami penurunan penjualan sejak gemparnya covid-19. Bahkan banyak pula pabrik yang kemudian meliburkan sementara karyawannya sampai waktu yang juga tidak dapat dipastikan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*