Diari Bisnis #1: Kenapa Memilih Bisnis Pulsa Online?

Sepertinya sudah saatnya saya menulis lagi di blog ini. Sayang rasanya kalau blog ini hanya dipenuhi dengan artikel sponsor, ya memang ini salah satu sumber penghasilan blog nul.is karena adsense sudah tidak menguntungkan lagi. Tiba-tiba muncul di pikiran saya, kenapa tidak memulai nulis lagi. Akhirnya muncul ide untuk menulis semacam catatan harian atau diari dan topiknya adalah tentang pengalaman saya berbisnis.

Beberapa terakhir ini saya sedikit disibukkan dengan bisnis baru yang beralamat di mpulsa.id, mulai dari membalas chatting, mengawasi status transaksi dan mengembalikan dana pembeli yang salah transfer. Cukup merepotkan memang, tapi entah kenapa saya menikmati prosesnya. Oke, diari bisnis pertama ini adalah menjawab pertanyaan yang muncul di benak saya sendiri. Kenapa bisnis pulsa online? Kenapa tidak pakaian muslim? Atau jasa desain website?

Beberapa tahun terakhir ini banyak pengalaman pahit yang saya alami, kebanyakan sih kerugian secara materi dan lama-lama saya menjadi terbiasa. Inilah resiko yang harus saya hadapi ketika memutuskan untuk menggeluti dunia wirausaha. Jalan paling aman memang bekerja, tapi kemungkinan saya bekerja sangat kecil karena ijasah cuma SMP 😀

Awal Mula: Dari Toko Sembako

Toko sembako merupakan toko yang paling sering saya kunjungi, rutinitasnya seperti biasa beli beras, bahan makanan dan lain-lain. Dari sini sempat muncul ide untuk membuat aplikasi seperti Instacart yang populer di Amerika Serikat sana. Bahkan saya sempat meminta database produk dari toko tempat saya biasa belanja. Tapi ide ini berakhir sebelum menjadi kenyataan. Kenapa? Pertama, terbentur di modal dan keahlian dalam membuat aplikasi androidnya. Kedua, ide saja tidak cukup, harus dibarengi dengan skill pemrogramman juga.

Apa yang Rutin Dibeli Seperti Beras?

Pertanyaan ini terus menghantui saya baik di rumah maupun saat beraktivitas di luar. Saya memang menyukai dunia wirausaha, dunia yang penuh resiko dan tantangan. Pertanyaan ini pelan-pelan terjawab dengan sendirinya ketika saya sadar bahwa rutinitas beli beras lebih jarang dibandingkan dengan beli pulsa! Dalam sebulan saja saya bisa 4 sampai 5 kali mengisi pulsa untuk sendiri atau orang lain, sama seringnya dengan beli beras.

Do It Fast!

Beberapa orang terdekat saya seperti ibu dan istri kenal betul karakter saya yang ceroboh dan cepat mengambil keputusan. Ketika tau pulsa merupakan barang yang sering dibeli saya langsung mencari informasi tentang server pulsa dan teknis membuat website pulsa. Sebelumnya saya memang sering beli pulsa online di Tokopedia atau website penjual pulsa lainnya. Tapi tidak pernah terpikir untuk membuatnya sendiri. Eksekusi dari ide sampai websitenya jadi sekitar 1 bulan.

Minat Sangat Penting untuk Memulai Bisnis

Sebelum membuat website pulsa online saya sudah mencoba menjual produk secara online dan semuanya gagal tidak bisa bertahan dengan berjalannya waktu semangat saya hilang. Sangat berbeda ketika memulai web pulsa online ini saya begitu antusias dan semangat.

  1. TokoAmanah.com – Ini toko online pertama yang saya buat, produknya adalah pakaian muslim. Bermodal beberapa pcs pakaian muslim yang saya beli dari grosir online dan kamera pocket. Bisnis ini tidak berlangsung lama tidak sampai setahun sudah berhenti. Kenapa? Saya sama sekali tidak minat dengan fashion, walaupun semangat di awalnya tapi akhirnya hilang begitu saja. Saya mulai bosan dengan rutinitas foto produk dan mengupload ke website.

  2. Alfaidah.com – Toko online kedua saya produk herbal seperti madu, air zam-zam, kurma dan lainnya. Untuk toko online kedua ini saya melangkah lebih jauh dari sebelumnya. Saya belajar sedikit teknik fotografi supaya produk yang ditampilkan lebih baik. Saya menghabiskan waktu dari pagi sampai siang memfoto ratusan produk yang ada di toko herbal di Purwokerto. Tapi lagi-lagi tidak bertahan lama. Kenapa? Penyebabnya sama, saya tidak minat dengan produk herbal. Saya mulai bosan dengan rutinitas upload dan editing foto produk. Tidak mungkin berlanjut karena saya tidak ada semangat untuk melanjutkan.

  3. Alfaidah.com #2 – Setelah bosan dengan produk herbal. Saya kembali teringat tentang pakaian muslim karena melihat banyak website pakaian muslim yang bermunculan. Akhirnya dengan modal sekitar Rp 1.500.000 saya mencoba membeli pakaian muslim dari mulai gamis, jilbab sampai celana panjang dewasa dan anak-anak. Website ini saya rombak total menjadi toko pakaian muslim online. Kali ini saya cukup serius sampai membeli tripod dan background foto studio. Tapi lagi-lagi semangat saya hilang ketika ternyata fotografi pakaian itu sangat sulit. Warna yang dihasilkan kamera HP saya berbeda dengan warna pakaian aslinya, padahal saya mencoba memfotonya di ruangan yang cukup cahaya.

  4. Barang Hilang – Beberapa produk sempat terjual melalui promosi lewat WhatsApp. Akhirnya saya putuskan untuk menutup kerugian dengan menjual sisa produk ke teman saya dengan harga modal. Tetapi saya kurang beruntung, orang tersebut hilang bagaikan ditelan bumi, chatting tidak pernah dibalas dan orangnya tidak pernah bisa ditemui di rumahnya. Ah luar biasa dunia wirausaha, orang yang saya kira amanah ternyata begitu jadinya 😀

Sejak kejadian itu saya berhenti sejenak dari keinginan mempunyai toko online. Saya kembali fokus dengan rutinitas blogging yang selama ini menjadi sumber utama penghasilan dan bekerja secara remote sebagai admin website. Tetapi gejolak hati punya toko online yang menjual “sesuatu” terus ada. Sampai akhirnya ketemu produk yang bisa saya jual adalah pulsa 😀

Komentar Anda