Fakta Medis di Balik Manfaat Minyak Bulus

Minyak bulus disebut-sebut memiliki banyak manfaat. Namun, apakah manfaat minyak bulus terbukti secara medis? Baca artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut.

Jika Anda sering memperhatikan iklan produk kecantikan di internet, Anda akan menemukan banyak iklan yang menawarkan minyak bulus. Minyak yang berasal dari penyu ini disebut-sebut memiliki banyak khasiat, mulai dari memperbesar dan mengencangkan payudara hingga menjaga kecantikan. Namun, apakah manfaat minyak bulus telah terbukti secara ilmiah, ataukah hanya mitos belaka? Ketahui lebih banyak di artikel ini.

Sejarah dan Mitos di Balik Minyak Bulus

Seperti namanya, minyak bulus diekstrak dari kura-kura atau penyu air tawar, alias bulus. Pengolahan bulus hingga menjadi minyak ini dapat dilakukan secara tradisional maupun modern menggunakan mesin, tetapi di Indonesia, pengolahan minyak bulus masih dilakukan secara tradisional. Untuk mendapat minyak bulus, lemak penyu dan bagian tubuh lainnya dijemur di bawah sinar matahari sehingga menghasilkan minyak.

Minyak yang dihasilkan kemudian diolah menjadi suplemen, baik berbentuk minyak maupun kapsul. Suplemen kapsul lebih disukai untuk konsumsi secara oral karena aromanya tidak terlalu kuat, sementara suplemen berbentuk minyak disukai karena dapat dioleskan secara langsung ke bagian tubuh yang diinginkan.

Penggunaan minyak bulus sebagai kosmetik telah berlangsung sejak berabad-abad lalu. Suku asli Amerika tercatat menggunakan minyak bulus untuk menghaluskan kulit. Kemudian, sejak dekade 1930-an, krim wajah dengan ekstrak minyak bulus mulai dijual di Eropa dan Amerika. Minyak bulus dipilih sebagai bahan kosmetik karena bulus sendiri memiliki masa hidup yang panjang.

Namun, sayangnya, manfaat minyak bulus belum banyak terbukti secara ilmiah. Berbagai penelitian di Amerika Serikat telah membuktikan bahwa minyak bulus tidak mengandung zat “awet muda” sebagaimana dipromosikan. Meskipun minyak bulus memiliki beberapa kandungan vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh, banyak juga kandungan yang hilang dalam proses pengolahannya, seperti vitamin A yang hilang saat bereaksi dengan zat kaolin penjernih minyak. Hingga saat ini, secara ilmiah manfaat minyak bulus belum terbukti.

Selain manfaatnya yang belum terbukti dan teruji, minyak bulus juga dapat menyebabkan alergi. Tidak banyak penelitian yang menguji reaksi minyak bulus saat digunakan oleh manusia sehingga reaksi alerginya pun tidak diketahui. Reaksi alergi yang ringan di antaranya gatal-gatal dan ruam di kulit, sementara reaksi yang lebih parah dapat menyebabkan kesulitan napas dan bahkan kematian jika tidak ditangani secara serius.

Selain bermasalah secara ilmiah, minyak bulus juga bermasalah secara lingkungan. Bulus adalah hewan langka yang terancam keberadaannya dan berstatus sebagai hewan yang dilindungi di berbagai belahan dunia. Penjualan minyak bulus dapat mempercepat kepunahan bulus sehingga Anda tidak dianjurkan untuk membeli minyak bulus.

Faktor yang Memengaruhi Ukuran Payudara

Apa saja faktor yang berperan dalam mempengaruhi ukuran payudara? Salah satu faktor utama yang mempengaruhi adalah genetika. Ukuran payudara seseorang cenderung sama dengan ukuran payudara anggota keluarga lainnya. Jika keluarga Anda memiliki payudara yang besar, besar kemungkinan pula Anda akan memiliki payudara yang besar.

Selain genetika, pertambahan berat badan juga dapat memperbesar ukuran payudara karena payudara sebagian besar terdiri dari sel lemak. Saat Anda menyusui, payudara juga bisa jadi membesar karena menampung ASI. Namun, pembesaran ukuran payudara dari kedua faktor ini akan berbeda-beda bagi setiap wanita.

Cara Alami Lain untuk Mengencangkan Payudara

Untuk mengencangkan payudara, Anda dapat mencoba berbagai cara lain, alih-alih menggunakan minyak bulus yang belum terbukti khasiatnya secara ilmiah. Beberapa cara yang dapat dicoba di antaranya olahraga, seperti push up. Olahraga ini merupakan olahraga yang sangat populer karena mudah dilakukan dan tidak terlalu memerlukan modal yang besar. Dengan melakukan push up sebanyak 15 kali setiap hari secara teratur, otot payudara akan terlatih dan payudara Anda pun akan menjadi lebih kencang secara alami.

Pemilihan bra yang tepat juga dapat membantu mengencangkan payudara. Misalnya, saat berolahraga, Anda dianjurkan untuk memilih bra olahraga agar otot ligamen pada payudara tidak rusak. Otot ligamen yang rusak dapat menyebabkan payudara mengendur. Selain itu, pastikan Anda memilih bra dengan ukuran yang pas dengan ukuran payudara. Jangan ragu mengukur payudara untuk mengetahui ukuran bra yang tepat.

Asupan nutrisi yang baik juga sangatlah penting untuk menjaga kekencangan payudara. Diet yang dilakukan untuk menurunkan berat badan dapat berpengaruh pada payudara. Saat berat badan turun drastis, payudara juga akan mengendur. Untuk mencegahnya, lakukan diet hanya dengan panduan ahli gizi. Jagalah pula kecukupan konsumsi air setiap harinya agar payudara tetap kencang. Asupan air yang cukup dapat menjaga kulit tetap terhidrasi sehingga payudara tidak mengendur.

Terakhir, perubahan gaya hidup juga dapat dilakukan agar payudara tetap kencang. Menghindari rokok dan posisi duduk kurang baik dapat dilakukan. Dengan memadukan perubahan gaya hidup, olahraga, dan asupan nutrisi yang baik, niscaya bentuk payudara Anda pun akan tetap terjaga.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*