Jilbab dari Masa ke Masa

Jilbab dari Masa ke Masa - selendang hijab

Beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak muslimah Indonesia yang berusaha untuk memakai jilbab dalam keseharian mereka. Walaupun, masih ada saja yang menggunakannya hanya karena sekedar ingin mengikuti tren semata.

Seiring dengan perkembangan zaman, sebutan jilbab mulai ditinggalkan dan berganti dengan kata “hijab.” Jadi, tanpa merasa perlu untuk menelaah perbedaan kata “jilbab” dengan “hijab,” banyak orang yang tetap menyebut kata “hijab” untuk “jilbab.”

Jadi kalau ada orang yang bilang, “kamu nggak pakai hijab?” sama aja dengan dia bilang “kamu nggak pakai jilbab?”
Ditinjau dari segi fashion, jilbab saat ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam hal kepopuleran, warna, bentuk, motif, maupun kreasi.

Bahkan tidak jarang orang membedakan jilbab berdasarkan penggunaannya. Misalnya, hijab untuk ke kantor, hijab pesta, hijab untuk jalan-jalan, dan lain-lain.

Pada zaman dahulu, sebagian besar jilbab berbentuk sangat sederhana, begitu juga dengan warnanya yang rata-rata kalem. Dikenakan tanpa atau dengan ciput, kain jilbab diulurkan untuk menutupi dada.

Di tahun 90-an, pemakai jilbab mulai berkreasi, salah satunya, dengan melilitkan jilbab yang terulur, ke bagian leher sehingga terlihat lebih ringkas dan lebih trendy.

Kelihatannya sih, gaya jilbab itu dipopulerkan oleh beberapa orang artis. Yang kemudian diikuti oleh masyarakat banyak.

Fungsi jilbab (hijab)

Apapun sebutannya, apapun motif dan bentuknya, seharusnya jilbab tidak meninggalkan fungsi dasarnya seperti yang tercantum di dalam Al-quran surah Al-ahzab ayat 59, yang artinya:
“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.”

Salah satu fungsi jilbab yang terkandung di dalam ayat di atas adalah untuk melindungi wanita agar mereka lebih dikenal (sebagai wanita baik-baik) sehingga mereka tidak akan diganggu (dilecehkan).
Karena memang biasanya, wanita yang berpakaian sopan dan tertutup lebih disegani oleh laki-laki. Logikanya, pakaian hijab tidak akan membuat laki-laki mudah berimajinasi pada hal yang jorok-jorok yang bisa memancing mereka berlaku tidak senonoh.

Jilbab dan trend

Kalau dulu, hanya sebagian muslimah yang menggunakan jilbab, terutama karena mereka sudah belajar agama dan menyadari bahwa itu adalah perintah dari Allah dan Rasul-Nya. Namun saat ini, semakin banyak muslimah yang menggunakan jilbab karena mengikuti trend. Sehingga yang muncul adalah:

  • Memakai jilbab tapi aurat tersingkap.
  • Memakai jilbab tapi tidak diulurkan.
  • Memakai jilbab, tetapi menggunakan celana atau baju ketat (kaos, celana jeans, atau legging).
  • Memakai jilbab hanya untuk pergi ke pesta, kantor, atau ke sekolah saja.
  • Tidak merasa malu sedikitpun ketika ada auratnya terlihat oleh bukan mahram.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, yang artinya, “Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”

Leave a comment

Your email address will not be published.


*