5 Kesalahan Persepsi Masyarakat Terhadap Jurusan Psikologi

5 Kesalahan Persepsi Masyarakat Terhadap Jurusan Psikologi - Psikologi

Ilmu Psikologi secara harfiah adalah ilmu yang memperlajari tentang jiwa. Secara objek ilmu psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan atau perilaku. Ilmu psikologi sendiri memilk banyak aliran seperti psikologi strukturalisme, fungsionalisme, psikoanalisa, behaviorisme, psikologi hormic, psikologi gestalt, psikologi kerohanian, dan masih banyak lagi. Dengan banyaknya aliran di psikologi membuat jurusan ini sangat diminati oleh para pelajar.

Kampus psikologi di Indonesia sekarang sudah banyak bermunculan mulai kampus negeri hingga swasta. Untuk menambah wawasan dan informasi tentang ilmu psikologi, Anda dapat mengakses di kampuspsikologi.com. Karena di kampuspsikologi.com membahas tentang tips, solusi, dan seputar ilmu psikologi sehingga menambah wawasan pembaca.

Kurangnya wawasan masyarakat terhadapa lulusan kampus psikologi membuat para alumni ilmu psikologi sering menjadi bahan gossip. Gosip-gosip miring tentang yang beredar seputar jurusan psiologi pun berbagai macam. Pada kesempatan ini akan membahas tentang kesalahan persepsi masyarakat terhadap jurusan psikologi.

  1. Jurusan psikologi bisa membaca pikiran orang

Ketika mendengar jurusan psikologi, masyarakat di Indonesia tidak sedikit berasumsi bahwa lulusan jurusan psikologi dapat membaca pikiran orang. Persepsi seperti adalah salah besar, karena ilmu psikologi membahas tentang gejala kejiwaan dan memahami suatu kararkter manusia berdasarkan perilaku yang sudah diteliti bertahun-tahun. Kesalah persepsi seperti ini, terkadang membuat seseorang takut bergaul dengan alumni jurusan psikologi.

  1. Jurusan psikologi pasti jadi HRD

Pernahkah terbesit di pikiran Anda ketika mendengar lulusan jurusan psikologi? Ketika memikirkan lulusan jurusan psikologi, pasti yang muncul di otak adalah bekerja sebagai HRD. Pemahaman seperti ini sangat keliru, karena ilmu psikologi sendiri memiliki beberapa cabang, mulai dari psikologi fisioterapi sampai ke ilmu yang mempelajari Human Resource. Jadi jurusan psikologi tidak hanya bekerja sebagai HRD, tetapi bisa bekeja lainnya seperti motivator, atau public speaking.

  1. Jurusan psikologi bisa menyembuhkan orang yang “sakit jiwa”

Menurut secara harfiah memang ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan. Tetapi kejiwaan yang dimaksud adalah lebih kediagnosa perilaku seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan, bukan sebagai penyembuh orang sakit jiwa seperti dokter kejiwaan.

  1. Jurusan psikologi bisa memanipulasi pikiran seseorang seperti detektif

Asumsi yang salah dikalangan masyarakat Indonesia adalah jurusan psikologi dapat mempengaruhi sesesorang, bahkan memanipulasi seperti halnya di serial detektif. Jurusan psikologi tentu diajarkan ilmu tentang menganalisa perilaku seseorang, tetapi tidak bisa memanipulasi seseorang karena setiap indvidu manusia tercipta unik dan berbeda perilaku individu dengan individu yang lain.

  1. Jurusan psikologi mengajarkan cara menganalisa orang berbohong

Memang benar di kampus psikologi diajarkan cara mendeteksi kebohongan seseorang, tetapi teori tersebut tidak bisa dipahami secara mentah-mentah. Harus ada Analisa dan penelitan lebih lanjut dan melihat situasi kondisi kepada sesorang yang akan diteliti.

Dan masih banyak lagi gossip-gosip umum yang beredar di kalangan masyarakat Indonesia seputar jurusan psikologi. Agar tidak slah persepsi Anda bisa menambah wawasan Anda dengan membaca artikel di kampuspsikologi.com.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*