Nulis > Bisnis > Cara Menerapkan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi

Cara Menerapkan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi

Manajemen SDM (MSDM) memiliki fungsi penting dalam keberlangsungan operasional perusahaan. Hal ini dikarenakan MSDM merupakan strategi yang mengatur peranan dan hubungan para tenaga kerja agar lebih efisien dan efektif, sehingga dapat dimanfaatkan dalam mencapai tujuan perusahaan dengan maksimal. Unsur utama dari proses ini adalah manusia, yang mana bertindak sebagai asset. Sehingga perlu mempertimbangkan faktor psikologis dan lainnya.

Diperlukan penerapan manajemen yang baik agar performa dari para tenaga kerja bisa lebih dioptimalkan. Seperti penilaian kinerja para tenaga kerja, bisa dijadikan aspek penting untuk dipertimbangkan dalam MSDM. Penilaian yang diterapkan adalah basis kompetensi, yang dapat dilihat dari personal’s atribut, skill, dan juga pengetahuannya. Sehingga ketiganya lebih mudah diukur dengan adanya basis kompetensi tersebut. Tujuan dari penilaian atau asesmen kompetensi ini pada dasarnya untuk mengetahui kesesuaian antara pemegang jabatan dan posisi. Hal ini dikarenakan, sebuah jabatan yang menuntut anda untuk memiliki kemampuan tertentu justru tidak akan terpenuhi dengan baik. Sehingga perusahaan perlu mempertimbangkan aspek MSDM berdasarkan kompetensi masing-masing tenaga kerja.

Jenis-jenis Basis Kompetensi

Terdapat dua jenis basis kompetensi dalam manajemen Sumber Daya Manusia, yaitu:

  • Kompetensi Teknis

Secara spesifik berhubungan dengan kapasitas fungsional perusahaan dan pekerjaan yang dilakukan. Seperti halnya, kemampuan dasar yang dimiliki oleh bagian akuntansi, pemasaran, atau lainnya.

  • Kompetensi Manajerial

Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan dalam mengelola tenaga kerja dan berhubungan dengan orang lain. Contohnya, kemampuan bekerja dalam tim dan memecahkan masalah, atau kemampuan memimpin.

Penerapan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi

Penerapan MSDM berbasis kompetensi bisa dilihat dari keseluruhan proses pengukuran dan penilaian terhadap kinerja tenaga kerja, antara lain:

  • Proses Rekruitmen

Saat merekrut tenaga kerja baru, perusahaan akan menentukan persyaratan tertentu yang mencakup informasi pribadi dari tenaga kerja dan juga kompetensi yang harus dimiliki agar bisa menempati posisi yang ditawarkan.

  • Proses Pelatihan dan Pengembangan SDM

Diperlukan program training yang didasarkan pada kompetensi masing-masing individu, untuk meningkatkan kinerja para tenaga kerja agar perusahaan dapat lebih mudah mencapai tujuannya. Sehingga strategi yang disusun akan lebih terarah dan fokus sesuai dengan kebutuhan.

  • Proses Pembinaan Karir

Dalam proses ini, perusahaan bisa melakukan penilaian terhadap kompetensi SDM nya. Sehingga penilaian ini bisa menjadi dasar penentuan individu yang lebih tepat menduduki suatu jabatan.

  • Proses Penghargaan

Sebagai timbal balik dari kontribusi yang diberikan, anda bisa menawarkan penghargaan kepada tenaga kerja yang berhak dimana umumnya penilaian dilakukan berdasarkan kompetensi masing-masing individu.

Mengingat proses penyesuaian yang tidak mudah, perusahaan bisa melalukan penilaian berbasis kompetensi seperti yang sudah dijelaskan di atas. Hal ini dikarenakan, menemukan kandidat sempurna untuk semua posisi tidak mudah. Sehingga dibutuhkan manajemen SDM yang tepat untuk menangani permasalahan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *