Menilik Perbedaan Harga Kopi Robusta di Pasar Domestik dan Internasional

minuman olahan kopi

Minuman yang paling sering dinikmati oleh masyarakat Indonesia dan manca negara dan biasanya dinikmati dengan cara diseduh adalah kopi. Minuman ini memang dikenal dengan berbagai manfaatnya untuk kesehatan serta rasanya yang begitu nikmat saat diminum pada pagi hari atau berkumpul dengan teman-teman. Dari berbagai jenis kopi yang ada di Indonesia, Robusta lah yang paling dikenal di masyarakat Indonesia dan juga masyarakat negara lain. Hal ini dikarenakan rasanya yang begitu nikmat dan khas mampu menarik hati para pecinta kopi. Namun sering kali orang berpikir bahwa harga kopi Robusta ini sangat mahal karena sangat berkualitas dan khas, dan itu adalah salah. Harganya masih cukup terjangkau untuk dibeli oleh masyarakat Indonesia.
 
Jenis ini hasil panennya pasti akan di ekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Korea, Amerika, Eropa, dan lain sebagainya. Jenis ini menjadi produk unggul dalam dunia pengeksporan kopi di Indonesia dan menjadi primadonanya. Kopi ini termasuk dalam kategori Green Bean atau kopi yang berasal dari biji kopi berwarna hijau yang kemudian diolah menjadi biji-biji kopi yang layak untuk dikonsumsi. Namun ada perbedaan yang cukup signifikan untuk kopi jenis ini yang dipasarkan di dalam negeri dan yang di ekspor ke berbagai negara tersebut. Berikut adalah perbedaannya:
 
1. Harga
Harga yang dipatok di dalam negeri dan untuk di ekspor ke luar negeri justru sangat berbeda. Biasanya, harga kopi Robusta yang diperjual-belikan di pasaran Indonesia berkisar antara Rp. 30.000 sampai dengan Rp. 55.000 per kilogramnya. Yang berharga mahal biasanya mempunyai kualitas yang sama dengan yang di ekspor ke luar negeri tersebut. Meski Anda akan mendapatkan harga yang lebih bagus jika langsung pergi ke perkebunan tersebut dan membelinya, namun kopi ini juga dapat dibeli diberbagai situs belanja online terpercaya yang tentunya harganya tidak terlalu beda jauh dengan yang beli langsung disana.
 
2. Kualitas
Tentu saja kualitas kopi yang diperjual-belikan di Indonesia dan yang diekspor sangat lah berbeda. Kebanyakan dari yang diekspor adalah biji kopi terbaik yang dihasilkan oleh para petani kopi saat panen. Kualitas yang dimiliki pada produk ekspor sangat bagus sekali, mereka memilih biji yang paling bagus dan yang paling wangi dari yang lain. Namun, hal ini bukan berarti yang berkualitas jelek lah yang diperjual-belikan di Indonesia. Yang dijual di pasar domestik ini juga termasuk berkualitas tinggi, namun jika dibandingkan dengan yang diekspor, maka kualitas yang ada di pasar domestic sedikit lebih rendah.
 
3. Kuantitas
Pada bagian kuantitas juga terdapat perbedaan yang cukup besar pada kopi yang di ekspor dan dengan yang dijual di pasar domestik. Kuantitas yang disisihkan untuk diekspor ke negara lain jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan yang untuk dijual di Indonesia. Diketahui sebanyak 70% sampai 75% hasil panen kopi tersebut akan diekspor dan sisanya akan diberikan untuk dijual di pasar Indonesia. Sebanyak 450.000 ton sampai dengan 500.000 ton kopi pada tahun lalu sudah di ekspor ke berbagai negara dan benua.
 
Setelah mengetahui perbedaan hasil kopi yang dijual di Indonesia dan yang di ekspor, kini Anda juga mengetahui bahwa perkebunan Indonesia sekarang lebih mementingkan untuk mengekspor hasil mereka ke negara lain dari pada untuk Indonesia sendiri. Harga kopi Robusta pun berbeda dengan yang dijual di Indonesia, begitu pula dengan kualitasnya dan kuantitasnya. Hal ini sangat signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *