Next Laptop: Macbook Air

Macbook-Air

Laptop bisa dibilang merupakan benda penting bagi saya, karena pekerjaan memang mengharuskan untuk selalu online. Sebelumnya sih pernah pake PC hasil rakitan sendiri yang digunakan tidak hanya untuk kerja tapi juga untuk main. Tapi kerja menggunakan PC tidak senyaman menggunakan laptop, akhirnya saya pilih laptop karena ada satu hal yang tidak dimiliki PC – bisa kerja dimana saja 😀

Dulu saya memilih PC karena masih sering main game dengan spesifikasi yang cukup berat untuk dimainkan di laptop, contohnya Civilization V. Tapi karena sekarang hampir bisa dibilang tidak pernah main game lagi, jadi lebih sering di laptop karena pekerjaan hanya menggunakan program seperti browser dan text editor sehingga tidak perlu spesifikasi laptop yang tinggi. Lagipula harga laptop dengan spesifikasi tinggi harganya pasti mahal.

Linux, Windows atau OSX?

Sebelumnya saya adalah pengguna setia sistem operasi Windows bajakan (jujur dari hati yang paling dalam) hehe 😀 Sesekali mencoba sistem operasi gratis yang terkenal dari Linux seperti BlankON, Xubuntu dan Ubuntu tapi tetap saja kembali lagi ke Windows bajakan. Kira-kira sejak di Purwokerto saya mulai menggunakan Windows asli karena mempertimbangkan keamanan data pekerjaan. Alasan lainnya karena hampir semua game favorit saya hanya bisa berjalan di Windows.

Selanjutnya ada sistem operasi yang belum pernah saya coba, yaitu OSX. OS buatan Apple ini tidak dijual terpisah jadi agak sulit untuk menginstallnya di laptop selain buatan Apple. Untuk bisa mencoba sistem operasi OSX adalah dengan membeli produk Apple seperti Macbook Pro atau Macbook Air.

Kenapa Pilih Macbook Air?

Awalnya saya heran dengan spesifikasi laptop Apple yang menurut saya biasa saja tapi harganya mahal banget. Sampai tulisan ini dibuat, harga laptop Apple semuanya di atas 10 juta rupiah! Kalau dibandingkan dengan merk laptop lain di harga 10 juta, kita bisa mendapatkan laptop dengan spesifikasi yang lebih baik dari Macbook Air.

Kalau melihat spesifikasi Macbook Air sih sudah lebih dari cukup untuk keperluan sehari-hari, CPU Intel i5 1.6 GHz dual-core dan RAM sebesar 4GB. Tapi 2 faktor di bawah ini menjadi penentu kenapa saya memilih Macbook Air:

Desain Elegan dengan Bodi Alumunium

Dari sini awalnya saya tertarik dengan Macbook Air, desain tipis dan material alumuniumnya. Pernah saya mencoba Macbook Pro dan memang laptop ini feelnya beda. Entahlah ga bisa dijelaskan hehe. Apalagi Macbook Air bobotnya hanya 1.3 kg, pas banget.

Daya Tahan Baterai 12 Jam

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah baterainya, berdasarkan informasi di website Apple versi 13 incinya mempunyai daya tahan baterai sampai 12 jam. Karena sering online dan tempatnya pindah-pindah jadi baterainya harus tahan lama. Semoga saja tahun ini Macbook Air bisa mendarat di meja saya 😀

4 Comments

  1. Wah.

    Kalau tahan 12 jam ya asyik pake bingitzz ini. Semoga tahun depan mampir di meja saya juga.

  2. wah keren, mau beli macbook air 😀

Leave a comment

Your email address will not be published.


*