Pengertian dan Berbagai Sistem Reklamasi

advertisement

pulau reklamasi di dubai

Bagi Anda yang akhir-akhir ini mengikuti perkembangan berita, pastinya sudah tidak asing lagi dengan kasus penimbunan air laut agar dapat difungsikan sebagai lahan yang produktif, bukan? Kegiatan ini biasa disebut dengan istilah proses reklamasi. Kegiatan ini memang ramai menjadi bahan perbincangan masyarakat luas belakangan ini. Di Indonesia sendiri, daerah yang direncanakan akan diperluas lahannya dengan menggunakan cara ini adalah Teluk Jakarta dan Pulau Bali tepatnya di Teluk Benoa. Namun, proses perluasan lahan ini tidak serta merta mendapatkan dukungan dari semua kalangan masyarakat. Tak pelak hal ini menimbulkan banyak pro dan kontra.

Terdapat sekelompok masyarakat yang memiliki asumsi bahwa proyek reklamasi ini tidak bermanfaat dan justru mendatangkan banyak hal yang sifatnya merugikan. Ditambah lagi dengan berkembangnya isu yang menyebutkan bahwa proyek tersebut hanya bertujuan untuk memberikan keuntungan pada beberapa pihak tertentu saja. Namun, kegiatan ini ternyata juga dapat mendatangkan beberapa dampak positif yang tentunya baik untuk kemajuan suatu daerah.

Dampak positif yang pertama yakni tata kota menjadi lebih teratur. Hal ini dapat dilakukan karena dengan adanya lahan tambahan yang dapat difungsikan sebagai pemukiman ataupun lahan hijau pastinya akan menambah keseimbangan ekosistem dalam suatu kota. Kedua, daerah pesisir pantai yang biasanya rawan terjadinya erosi menjadi layak untuk ditinggali. Hal ini dikarenakan adanya pembangunan secara besar-besaran termasuk pada bagian bibir pantai sehingga permasalahan erosi dapat diatasi. Pada umumnya, bibir pantai akan dibeton sehingga menjadi kuat untuk menahan arus air laut yang cukup kuat. Itulah sejumlah manfaat yang didapatkan dari adanya kegiatan reklamasi. Bagaimana sangat menguntungkan, bukan? Lalu, apa saja sistem yang biasanya digunakan pada kegiatan tersebut? Berikut ini beberapa ulasannya.

Sistem pertama adalah timbunan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, proses ini merupakan proses menimbun air laut dengan menggunakan pasir yang didapatkan dari daerah lain. Dibandingkan dengan berbagai sistem lainnya, sistem timbunan merupakan sistem yang paling banyak dilakukan. Sistem selanjutnya adalah polder. Sistem ini dilakukan dengan cara mengeluarkan air yang terdapat pada kawasan tertentu menggunakan pompa agar dapat dimanfaatkan sebagai lahan kering. Sistem ketiga adalah kombinasi antara sistem timbunan dan polder. Untuk melakukan sistem ini, lahan terlebih dahulu dikeringkan menggunakan pompa dan selanjutnya ditimbun menggunakan pasir hingga memiliki ketinggian yang sama dengan permukaan air laut sebelumnya. Sedangkan sistem yang terakhir untuk melakukan reklamasi adalah drainase.

advertisement

Komentar Anda