Unit Bisnis Royal Golden Eagle Pergunakan Teknologi Terbaru Untuk Hasilkan Kertas Berkualitas

Royal Golden Eagle
Image Source: Aprilasia.com
http://www.aprilasia.com/id/our-media/galeri-media

Jangkauan bisnis Royal Golden Eagle (RGE) sangat luas. Salah satunya adalah di industri pulp dan kertas. Di bidang ini, RGE selalu mengedepankan teknologi supaya produk yang dihasilkan berkualitas tinggi.

Resmi berdiri dengan nama Raja Garuda Mas pada 1973, Royal Golden Eagle membawahi beberapa unit bisnis di bidang sumber daya alam seperti kelapa sawit, pulp dan kertas, selulosa spesial, serat viscose, serta minyak dan gas.

Grup APRIL merupakan satu di antaranya yang beroperasi di industri pulp dan kertas. Sekarang mereka menjadi salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia. Dengan lahan perkebunan seluas 480 ribu hektare, unit bisnis RGE ini mampu menembus kapasitas produksi tinggi. Pulp yang dihasilkannya per tahun mencapai 2,8 juta ton. Sedangkan kertas yang diproduksi setiap tahun sebesar 1,15 juta ton.

Selain kapasitas produksi yang tinggi, APRIL mampu menghasilkan produk-produk bermutu seperti kertas. Unit bisnis RGE ini merilis kertas premium, PaperOne. Produk ini dikenal sangat berkualitas.

Paper One mempunyai permukaan yang mulus. Warnanya pun putih bersih dan tebal. Ini membuat kertas ini sangat cocok untuk mencetak. Terlebih lagi, PaperOne dikenal mudah menyerap tinta sehingga warna cetakan yang dihasilkan jelas.

Dengan kualitas seperti itu, tidak aneh kalau PaperOne laris manis di pasar. APRIL bahkan sudah menjualnya ke 70 negara karena permintaan pasar asing begitu tinggi.

Di balik keberhasilan itu, terdapat kerja keras yang dilakukan oleh APRIL. Unit bisnis dari Royal Golden Eagle ini melakukan segala upaya untuk mengangkat mutu produk-produk yang dihasilkan. Hal itu dimulai dari penggunaan mesin produksi dengan teknologi terbaru.

Saat ini, untuk membuat kertas, APRIL menggunakan desain pabrik OptiConcept M yang ramah lingkungan. Perlu diketahui, OptiConcept M merupakan modular mesin untuk produksi pulp dan kertas yang berkelanjutan. Selain canggih, mesin ini diketahui bisa menghemat sejumlah hal mulai dari energi, air, hingga bahan baku.

Lihat saja, kalau dibandingkan dengan mesin lain, OptiConcept M tercatat mampu menekan penggunaan energi hingga 30 persen. Tingkat penghematan serupa bisa diperoleh untuk kertas maupun bahan baku. Tidak aneh unit bisnis dari Royal Golden Eagle itu memilih memakainya.

Hal itu terasa wajar. Berkat pengoperasian pabrik dengan basis OptiConcept M, APRIL bisa menghemat energi hingga mencapai 400 KW/ton kertas. Jumlah ini setara dengan penghematan batubara sebesar 71 ribu ton per tahun.

Dengan demikian, jejak karbon yang dihasilkan ikut berkurang. Sebab, ukuran pabrik yang diperlukan untuk mengoperasikannya juga semakin kecil Kalau dibandingkan dengan pusat produksi lain, pengoperasian OptiConcept M membutuhkan lahan 40 persen lebih kecil.

Selain mesin berkualitas seperti OptiConcept M, APRIL juga menyematkan teknologi nanotechnology dalam proses produksi. Secara garis besar, nanotechnology merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengontrol zat, material dan sistem pada skala nanometer, sehingga menghasilkan fungsi baru yang belum pernah ada. Dalam bidang ini, ukuran 1 nanometer adalah 1 per satu miliar meter. Ini berarti 50.000 kali lebih kecil dari ukuran rambut manusia.

Teknologi seperti ini diketahui mempunyai banyak kegunaan. Menggunakan nanotechnology, zat dapat dibuat dalam ukuran yang sangat kecil. Bukan hanya itu, sifat dan fungsi zat tersebut dapat diatur sesuai dengan keinginan.

“Secara mudah, teknologi nano itu membuat seluruh perangkat-perangkat menjadi kecil atau teknologi yang mampu merekayasa dalam skala nanometer. Kenapa ukuran nano menjadi penting? Karena ternyata pada ukuran nano seluruh parameter kehidupan baik biologi, elektronik, atau yang lainnya itu bisa dikontrol secara teknis,” kata Ketua Program Studi Sarjana Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. seperti dilaporkan oleh VOA Indonesia.

Ketika belum banyak pihak di Indonesia yang memahami nanotechnology, APRIL mengambil langkah berbeda. Unit bisnis dari Royal Golden Eagle ini mengembangkannya untuk menghasilkan teknologi yang digunakan untuk produksi kertas. Mereka menamainya sebagai ProDigi HD Print Technology.

BUAH EVOLUSI PANJANG

Ruang Kontrol Royal Golden Eagle
Image Source: Aprilasia.com
http://www.aprilasia.com/id/our-media/galeri-media

APRIL akhirnya menerapkan ProDigi HD Print Technology ke produk-produk PaperOne. Mereka menggunakannya supaya mampu menghasilkan kertas terbaik untuk mencetak, foto kopi, serta ramah lingkungan.

Untuk mengembangkan ProDigi HD Print Technology, unit bisnis Royal Golden Eagle ini tidak serta-merta menghasilkannya. Teknologi ini merupakan buah dari evolusi panjang dan pengalaman memproduksi pulp dan kertas.

Namun, hasil dari pemanfaatan teknologi nano itu sangat besar. PaperOne memiliki sejumlah kualitas apik yang membedakannya dengan produk-produk sejenis. ProDigi HD Print Technology memungkinkan kertas menjadi berwarna terang, garis cetakan yang dihasilkan tegas, dan hasil cetakannya tidak mudah pudar. Kelebihan itu masih ditambah kemampuan mendorong penghematan tinta.

Semua itu merupakan kriteria kertas berkualitas. Semua kriteria tersebut ada di produk-produk APRIL khususnya PaperOne. Tidak heran, konsumen begitu menyukai kertas buatan unit bisnis dari RGE ini.

Karena itu semua, tuntutan untuk memenuhi kebutuhan pasar sangat besar. APRIL dituntut untuk memenuhinya. Sebab, PaperOne justru laris di mancanegara sehingga bisa membantu mengangkat reputasi bangsa.

Oleh karena itu, kecepatan dan jumlah produksi yang tinggi sangat penting. Melihat hal tersebut, APRIL segera bergerak. Sejak 2016, unit bisnis bagian grup yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas ini membangun pusat produksi anyar dengan mesin terbaru. Itu adalah Paper Machine 3 yang dipasang di pabrik di Pangkalan Kerinci, Riau.

Keberadaan Paper Machine 3 sangat berarti penting dalam peningkatan produksi. Pasalnya, mesin ini memiliki kecepatan produksi tinggi. Mesin ini mampu memproduksi kertas dengan kecepatan 1,4 km per menit.

Lebih hebat lagi, jenis kertas yang dihasilkannya berupa high grade digital paper. Ini merupakan jenis kertas berkualitas tinggi yang cocok untuk mencetak maupun penggandaan dokumen. APRIL bisa semakin berbangga karena mereka menjadi perusahaan kertas pertama di Indonesia yang mengoperasikannya.

Berkat ini pula APRIL berkontribusi besar terhadap kemajuan industri pulp dan kertas di Indonesia. Saat ini, sektor ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Ini ditandaskan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pulp dan Kertas Indonesia, Arya Warga Dalam.

“Berdasarkan kinerja ekspor, industri kertas berhasil menduduki peringkat pertama dan industri pulp di peringkat ketiga untuk ekspor produk kehutanan pada tahun 2011-2017,” ujarnya.

Per Mei 2018, industri pulp menempati peringkat kesepuluh di dunia. Sedangkan industri kertas lebih baik karena berada di posisi keenam di dunia. Peringkat itu bisa naik kalau kinerja perusahaan dalam negeri seperti APRIL bergerak positif.

APRIL sangat berharap hal tersebut terjadi. Sebagai bagian dari Royal Golden Eagle, mereka memang dituntut memberi manfaat besar ke berbagai pihak mulai dari negara, masyarakat, hingga konsumen. Ini dilakukan dengan pemanfaatan teknologi terbaru dalam proses produksi kertas. Tujuannya supaya menghasilkan produk bermutu yang mendukung perekonomian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *