Uji Keaslian dan Kepadatan Batu Mulia menggunakan Diamond Selector

diamond-selector

Anda yang gemar berburu berbagai jenis batu mulia seperti batu akik, berlian, maupun batu jenis lainnya sangat disarankan untuk memiliki alat bantu untuk mendeteksi tingkat keaslian dari segala jenis batu mulia yang tentunya ingin dikoleksi. Perlu diketahui, alat yang sering dicari oleh para kolektor batu mulia ini bernama Diamond Selector.

Dengan bantuan dari alat ini, Anda sebagai kolektor bisa mengetahui asli tidaknya batu yang dimiliki saat ini atau yang ingin dibeli. Bahkan, dengan alat ini, bukan hanya tingkat keaslian batuan saja yang bisa diketahui, tapi Diamond Selector juga mampu mengecek dengan teliti tingkat dari kepadatan dan kekerasan batu mulia.

Sekedar informasi, tingkat kekerasan dari sebuah batu biasa maupun batu mulia tentunya dipengaruhi oleh level kepadatan dari bahan material dasar yang membentuk batu tersebut. Oleh karena itulah diciptakan alat detektor ini untuk mengetahui kepadatannya, entah batu akik, berlian dan lain-lain. Alat pendeteksi tingkat keaslian dari batu mulia tersebut telah dilengkapi dengan sebuah lampu indikator serta audio indikator.

Selain itu, cara penggunaannya pun sangat mudah. Pertama, Anda bisa menyalakan alat detektor ini sampai lampu benar-benar dalam keadaan menyala. Setelah dalam keadaan ON, Anda bisa mengatur lampu detektor dengan sakelar yang tersedia hingga lampu terakhir menyala.

Jika semua lampu sudah siap, Anda bisa langsung menempelkan batu akik maupun batu-batu mulia lainnya di ujung sensor dari alat tersebut. Jika saat menempelkan ujung alat ini dengan permukaan batu terdengar suara yang teratur seperti “bip”, dan bunyi ini semakin tinggi dengan tingkat lampu dari indikator yang juga tambah menyala, maka bisa dipastikan bahwa batu yang sedang dites tersebut sangat baik kualitas serta tingkat kepadatan kristalnya. Dengan kata lain, batu tersebut benar-benar padat dan keras.

Sedangkan, lampu detektor digunakan untuk mengetahui tingkat keaslian dari batu mulia yang akan dites. Jika lampu detektor dalam keadaan menyala dan memancarkan warna hijau, maka batu yang dicek masih belum berada pada tingkat standar kepadatan asli batu mulia.

Sedangkan jika lampu detektor menampilkan warna oranye, batu yang di cek tersebut bisa dikatakan lumayan kualitasnya karena mendekati yang asli. Kemudian, jika warna dari lampu detektor merah maka jelas batu tersebut merupakan batu mulia asli. Anda harus benar-benar memahami hal tersebut agar tidak tertipu.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*