Ulasan Sepeda Pacific Turanza 2905

Terakhir kali saya mengayuh pedal sekitar tahun 2014, sekitar 1 tahun kemudian saya jual karena jarang dipakai. Sejak saat itu, bisa dibilang saya kurang olahraga. Pekerjaan mengelola blog sudah pasti banyak duduknya, jelas kurang gerak. Nah, tahun (2019) ini saya bertekad untuk hidup sehat.

Ketagihan Gowes

Sebelum sepeda Pacific Turanza 2905 ini saya terlebih dahulu membeli sepeda Atlantis (lupa serinya). Niatnya saya beli yang murah dulu aja toh cuma bersepeda jarak dekat. Ternyata, bersepeda itu membuat ketagihan, apalagi ketika di pagi hari. Suasananya sepi dan udara segar membuat saya ingin berlama-lama gowes.

Awalnya Polygon Monarch M3

Biasanya saya mulai gowes jam 5 sampai 6 pagi. Jaraknya pun belum pernah lebih dari 10 km. Selama sekitar 3 minggu bersama sepeda Atlantis tiba-tiba muncul keinginan untuk beli sepeda baru. Setelah browsing sana-sini akhirnya pilihan jatuh pada Pacific Turanza 2905. Awalnya saya ingin membeli Polygon Monarch M3, tapi ternyata di 2 toko sepeda Purwokerto tidak ada stoknya.

Setelah chatting dengan 2 toko tersebut akhirnya salah satu dari mereka menawarkan Pacific Turanza 2905 seharga Rp 1.800.000. Kata salah satu toko tersebut sepeda Polygon itu mahal tapi kurang berkualitas. Saya menduga sih dia bilang begitu karena stok Polygon kosong jadi supaya bisa menjual merk lain.

Curhat atau Ulasan?

Entahlah, saya awam soal sepeda. Gowes pun belum becus, apalagi soal gear masih bingung. Saya cuma berharap sepeda ini awet. Walaupun ban sepedanya untuk lintasan off-road tapi rasanya saya belum berani gowes selain di aspal hee. Jadi ini format tulisannya bukan ulasan ya, tapi curhatan. Ah sudahlah, ini kan blog pribadi. Saya bebas menulis apa saja, iya kan?

Saya tidak bisa menemukan spesifikasi detail Pacific Turanza 2905 ini di website Pacific. Saya juga kurang paham nama-nama bagian sepeda.

Rem cakram mekanis, saya kurang paham apa sebutan untuk as rodanya. Mungkin quick release ya?
RD Shimano Tourney 6/7 Speed, tulisannya begitu tapi ternyata 8 Speed.
FD Shimano Tourney 3 Speed. Di atasnya ada stiker SNI, diproduksi oleh PT Roda Pasifik, Semarang.
Rem cakram mekanis.
Rangka Aluminium. Kabel rem belakang & RD masuk di frame jadi terlihat rapi.
Jenis ban untuk off-road tapi realitanya cuma gowes keliling kota, itu pun jalan aspal.

Impresi gowesnya ya jelas lebih baik daripada sepeda Atlantis. Shock depan lebih terasa mantul dan halus gerakannya. Ya wajar sih, selisihnya 600ribu. Atlantis itu grupsetnya Shimeng, bukan Shimano, saya jadi senyum sendiri ketika membaca tulisan di RD sepeda Atlantis.

Oke begitu aja, semoga dengan sepeda baru ini saya lebih semangat bersepeda 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published.


*